Laman

Minggu, 01 November 2015

Menyebar Karena Tamu Hotel Tidak Bawa Surat Nikah

Hotel di Garut Saat info yang akurat perihal HIV/AIDS telah menyebar luas, nyatanya tetap harus masih tetap ada yg tidak dapat lihat penularan HIV juga sebagai kenyataan medis. Lihatlah pernyataan Sekretaris Komisi Penanggulangan HIV/AIDS, Kabupaten Malang, Adi Purwanto, ini : ”.... tempat penyebaran paling banyak yaitu hotel serta losmen yang ada di Kabupaten Malang. ” (Duh! Beberapa ribu Orang di Malang Terinfeksi HIV, regional. kompas. com, 15/4-2011).

Pernyataan ini menyesatkan. Yang tidak mengerti pernyataan itu keluar dari lembaga yang mengatur AIDS. Masih tetap menurut Adi, penularan HIV di hotel serta losmen berlangsung lantaran ’Kebanyakan hotel serta losmen tak bertanya surat nikah pada tamu yang berpasangan saat bakal menyewa hotel serta losmen itu’.

Oleh oleh Khas Garut Busyet. Adakah kaitan pada surat nikah dengan penularan HIV?

Tak ada! Soalnya, penularan HIV lewat jalinan seksual (dapat) berlangsung didalam serta diluar nikah (karakter jalinan seksual) bila salah satu satu diantara pasangan itu menderita HIV/AIDS serta laki-laki tak menggunakan kondom setiap saat sanggama (keadaan jalinan seksual).

Lagi juga, apa, iya, sih, saat HIV ingin masuk saat tengah lakukan jalinan seksual dia ajukan pertanyaan : ”Hei, kamu bawa surat nikah, tidak? ”

Dijelaskan : Angka yang fantastis dicapai Malang Raya (Kota/Kabupaten Malang serta Kota Batu). Dari th. 2010 hingga awal April 2011 masalah kumulatif HIV/AIDS di tiga daerah itu meraih 2. 183. Yang paling banyak di th. 2011 yaitu Kab Malang dengan masalah 564.

Angka-angka itu tak melukiskan keadaan riil di orang-orang lantaran epidemi HIV erat hubungannya dengan fenomena gunung es. Masalah yang terdeteksi (puncak gunung es yang nampak ke permukaan air laut) cuma beberapa kecil dari masalah yang ada di orang-orang (bongkahan gunung es yang ada dibawah permukaan air laut). Saksikan Gambar

Pernyataan Sekretaris KPA Kab Malang itu juga tak akurat lantaran tak ada angka perihal jumlah penularan yang berlangsung di hotel serta losmen lantaran tak membawa surat nikah.

Menurut Adi, untuk mengatur penyebaran HIV pihaknya telah intens bekerja bersama dengan Dinas Kesehatan untuk memberi penyuluhan pada pengelola hotel serta losmen. Penyuluhan diberikan supaya mereka senantiasa turut dan mengawasi praktek yang menyebabkan HIV/AIDS.

Lagi-lagi pernyataan yg tidak faktual. Bagaimanakah langkahnya pengelola hotel serta losmen mengawasi tamunya yang tengah lakukan jalinan seksual, terutama yg tidak membawa surat nikah?

Pengawasan jenis apa yang dimaksud Adi berkenaan dengan praktek (sex) yang menyebabkan HIV/AIDS?

Pernyataan Adi itu tunjukkan pemahaman yg tidak komprehensif pada HIV/AIDS juga sebagai kenyataan medis. Penyebaran HIV di Kota Batu sendiri direduksi

0 komentar: